Selasa, 17 Mei 2016
Jumat, 13 Mei 2016
Ketika Move On Berkumandang :D #HaLaman Cermin
Salah satu problem dari dari dunia
percintaan setelah mengalami putus cuman satu, yaitu: move on.
Ada dua tipe orang yang berbeda dalam menjalani proses
move on tersebut. Yang pertama adalah orang yang memang menjalani proses move
on tersebut dengan mudah. Tipe yang kedua adalah orang yang menjalani move on
dengan berat hati, karena terlalu berat untuk melupakan si mantan. Dan gue
adalah salah satu orang dengan tipe kedua.
Bagi tipe orang yang pertama, mungkin proses move on
bagi dia sangatlah simple. Putus - hapus semua kontak mantan - cari gebetan
baru - jadian dengan orang yang baru - selesai.
Tapi tidak bagi tipe orang kedua seperti saya :D
BagiKu, menjalani move on itu tidak segampang
membalikkan telapak tangan. Orang-orang seperti tipe saya ini menjalani proses
move on dari mantan seperti membalikkan telapak kaki. Iya sulit bingist. Kalo
nggak percaya silahkan di coba membalikkan telapak kaki sampai 180 derajat.
Nah, sulit kan. :D
Dulu waktu SMA, aku adalah tipe orang yang susah
banget move on. Ketika saya baru putus, temen-temenKu sering bilang “Udah lah, Ras, ngapain masih dipikirin aja, move on lah, bray. Cewek di luar sana juga
masih banyak kok”. Aku hanya bisa senyum menatap muka temen SMA ku dan membatin
dalam hati “Iya, cewek di luar sana memang masih banyak, tapi apa ada yang bisa
nandingin ‘hebatnya’ mantan gua?” :D
MantanKu memang orang yang hebat. Kenapa aku bisa
bilang dia hebat? Karena cewek mana yang bisa ngasih kejutan pas di hari ulang
tahun gue dengan nerima ku sebagai pacarnya. Cewek mana yang rela nungguin
balasan sms dari gue sampe malem ketikaKu tidak sengaja ketiduran. Cewek mana
yang selalu bisa membuat hari-hariKu lebih berwarna. Dan masih banyak lagi.
Yaa, mungkin ada sih cewek diluar sana yang seperti itu. Tapi untuk saat ini
mungkin aku belum bisa menemukannya. Hufftt...,
Back to the
topic about move on
Orang yang baru putus dan menjalani fase move on itu
hidupnya pasti gundah gulana banget. Ga enak banget deh pokoknya. Ada beberapa
kebiasaan yang terasa beda. Seperti ketika bangun tidur ngecek hp, eh ternyata
nggak ada lagi sms dari dia, dan butuh beberapa saat baru sadar kalo sekarang
dia sudah jadi mantan. Pasti Galau kan~ hahaha :D
Kemudian hal-hal lain di kegiatan sehari-hari juga
akan terasa berbeda. Seperti dulu mantan selalu ngingetin makan, sekarang udah
nggak ada lagi yang ngingetin. Dulu, mantan selalu ngingetin, kamuu dah makan
apa blummm? :D sekarang udah berganti diingetin sama cacing pita. Dulu kalau
setiap boker, mantan selalu nyemangatin lewat telefon, sekarang sudah nggak ada
lagi yang nyemangatin.
Faktanya, setiap akibat pasti ditimbulkan oleh sebuah
sebab. Dan menurutKu, inilah beberapa sebab kenapa orang-orang diluar sana,
termasuk saya bisa sulit banget untuk move on.
Mantan
terlalu ‘lebih’ baginya
Setiap orang pasti diciptakan dengan kelebihan dan
kekurangan masing-masing. Itulah tujuan Tuhan menyatukan dua orang sebagai satu
pasangan agar bisa saling melengkapi. Wihhh,
asik nggak kalimat gue? :D
Tapi mungkin beda dengan yang dirasain orang yang
sedang jatuh cinta. Mereka menganggap bahwa orang yang dicintai itu mempunyai
kelebihan saja, dan tidak sedikitpun mempunyai kekurangan. Bahkan mereka
menganggap kekurangannya itu seperti sebuah kelebihan tersendiri.
Dan dari situlah yang mengakibatkan ketika putus gue
susah untuk move on. Karena untuk mencari yang seperti si mantan itu
seolah-olah tidak ada. Seolah-olah yang lebih itu cuman mantan, dan yang
lainnya kurang semua. Gue menganggap semua cewek itu kurang cantik lah, kurang
baik lah, kurang gede lah,... eh eh,
bentar, btw gede apanya? Gede hidungnya maksud gue, dan lain sebagainya.
Dan setelahKu menganggap semua cewek itu kurang semua,
ketika dinasehatin temen” gue, “Sudahlah, lupain aja bray, ikan dilaut juga masih banyak kok.” Gue pasti jawabnya, “Iya,
memang ikan dilaut masih banyak, tapi
apa masih ada yang seperti mantan gue?”
Tuh kan, yaelah...
Kenangan
dari mantan
Kenangan dari mantan bukan hanya berupa benda saja,
melainkan bisa juga suatu tempat atau sentuhan fisik. Menurut gue, kenangan
yang paling susah buat dilupain itu kenangan dari sentuhan fisik. Yaa, you know
lah guys. Tapi disini gue milih untuk membahas kenangan benda aja deh.
Pas pacaran, mantan kita pasti pernah ngasih kita
sesuatu yang bisa kita simpan. Kalau mantan lo nggak pernah ngasih apa-apa itu
berarti tandanya dia pelit, atau kalau enggak itu tandanya lo enggak pantas
untuk dikasih sesuatu.
Benda dari mantan memang sepele, tapi justru itu yang
membuat kita bisa susah move on. Seperti contohnya hadiah ulang tahun berupa
baju dari si mantan. Ketika putus kalo kita ngelihat baju tersebut, pasti
langsung teringat mantan. Bukan hanya Baju, untuk benda-benda yang lainnya
pasti juga akan seperti itu. Seperti Boneka juga :D
Nah, saran dariKu agar kita bisa move on, singkirkan
untuk sementara barang-barang pemberian dari mantan lo dan kumpulin jadi satu
dalam sebuah kardus. Ingat, hanya sementara aja yaa, jangan dibuang. Cara ini
menurut gue akan berhasil buat lo. Testimoni dan buktinya saya sendiri, gue
dulu terbukti berhasil menggunakan cara ini.
Dan ketika sudah bisa move on, lo bisa mengeluarkan
lagi barang-barang tersebut. Palingan ketika lo ngeluarin barang-barang
tersebut, lo bakalan bilang “Hmm, kenangan biarlah berlalu, yang jelas gue
sekarang udah punya pengganti yang lebih baik.”
Nah itu sih kalo yang udah punya pacar lagi. Kalo
masih jomblo sih.... entahlah. :D
Masih sering
ketemu mantan
Dulu waktu gue masih SMA yang bikin gue gagal move on
juga salah satu poin ini. Yaitu gue masih sering ketemu sama mantan. Gimana mau
nggak sering ketemu, orang kelas kita aja bersebelahan.
Tapi ketika ketemu mantan, gue sih bersikap
biasa-biasa saja, seolah tidak pernah ada apa-apa diantara kita. Kalo ketika
berpapasan dia senyum ke gue yaa gue senyumin balik, kalo dia melengos yaa gue
juga bisa melengos.
Kalo mantan satu sekolah si masih susah banget
kayaknya yaa untuk menghindar. Apalagi kalo si mantan udah bisa move on duluan kemudian dia mendapatkan
pacar baru dan satu sekolahan. Duhh pasti makin nyesek di kita. Untungnya
mantan saya dulu enggak.
---
Oke, mungkin tiga hal tersebut adalah salah satu
alasan kenapa selama ini kita sulit untuk move on. Meskipun masih ada alasan
lain, tapi ketiga alasan itulah yang dulu paling bikin gue susah banget buat
move on.
Setiap pertemuan tentu suatu saat akan dibarengi
dengan perpisahan. Ketika perpisahan itu datang, mau tidak mau kita harus masuk
ke dalam fase yang dinamakan move on.
Awalnya, move on pasti akan terasa sulit. Gue tau itu
karena gue dulu juga ngerasain betapa sulitnya move on. Tapi, setelah fase move
on itu gue lewati dengan penuh perjuangan dan semangat, akhirnya gue sampai
pada titik dimana gue sudah bisa sepenuhnya move on dari mantan. Gue akhirnya
bisa menyadari satu hal, kalau sebenernya move on itu memang bagian dari hidup
gue. Gue nggak akan bisa bertemu dengan yang baru kalau gue belum melalui
proses yang namanya move on.
Dan terima kasih banget buat mantan”KU, berkat anda
dan segala kenangan dariMu yang dulu pernah bikin gue susah move on, gue
sekarang bisa bertemu dengan sosok yang baru.
Cieee... :D
Selasa, 03 Mei 2016
Aku Telah Terbangun dari Tidur Panjang Ku dan Semoga Aku Tak akan Terlelap Lagi :D
Terkadang rasanya perlu juga kita dibangkitkan dari
mimpi tidur panjang kita,, Dalam mimpi, semuanya akan terasa indah,, atau
bahkan terasa sangat buruk,, Sering kali kita memimpikan diri kita menjadi
seorang pangeran yang punya segalanya,, Walaupun pangeran itu sebenarnya buruk
rupa :D toh, pangeran tetaplah seorang pangeran,, atau kita memimpikan diri
kita sebagai sosok sempurna,, yach, paling tidak mendekati sempurna, walau
dalam nyata kita punya seribu kekurangan,,
Mungkin ada kalanya kita bermimpi menjadi seorang
pangeran yang kesepian, kemudian bertemu dengan seorang bidadari yang
menggenggam erat tangan kita, dan berjalan diantara taman bunga,, Yach, itulah
dunia mimpi,, Apapun bisa terjadi,, Kita bisa menangis ataupun tertawa dalam
mimpi layaknya alam nyata,, Tapi toh itu tetap sebuah mimpi,,
Dalam dunia mimpi, kadang kita terlupa pada diri kita yang sebenarnya, siapa kita, apa visi dan misi kita,, Karena dalam mimpi, kita hanya mau jadi seorang pangeran atau raja yang hidup bahagia dengan seorang bidadari :D
Dalam mimpi, kita kesampingkan logika, kita unggulkan angan,, Semua terasa mungkin tercapai, walau kadang saat kita terbangun sejenak, kita sadar dan tahu, itu tidak akan terwujud, tapi kita terus melanjutkan mimpi itu, karena mimpi itu indah,, Itulah manusia, hidup dengan mimpi :D
Bahayanya, terlalu lama hidup dalam mimpi justru akan mematikan semuanya,, Lupa akan semuanya,, Bahkan dengan asal usul kita,, Dalam hal ini, yang ada hanya pangeran dengan bidadariNya yang hidup bahagia, tak ada orang tua, keluarga, masyarakat, sekalipun Yang Menciptakan kita,,
Dalam mimpi, kita akan rela menunggu kedatangan sang bidadari,, Walau, sejenak, saat kita terbangun, kita tahu, bidadari itu tak akan datang, tapi terus kita lanjutkan mimpi itu, dan tetap menunggu,,
Ya, dalam hal ini mimpi lebih sering disebut dengan angan,, Sesuatu yang hanya bisa kita fikirkan tanpa bisa kita usahakan,, Sesuatu yang justru merusak kehidupan alam nyata kita, yang membuat kita kalah dalam hidup dan jutru memporak-porandakan hati,,
Aku, saat menulis ini, dalam keadaan terjaga, baru saja dibangunkan, justru oleh suara orang yang paling berarti bagiku di dunia ini,, Aku, diingatkan, siapa aku, dari mana asalku, dan bagaimana hidupku, secara tiba-tiba,, Tanpa diungkapkannya,, Beruntung aku terbangun saat ini dan langsung menuliskan ini,, Aku seperti tersadar dari mati suri yang lama bahkan,, Tersadar dari penantian yang tak pasti, harapan yang keliru,, Tapi, sebenarnya mimpiku tak salah, mimpiku sederhana, dan wajar, yaitu hidup bahagia dengan bidadariku,, Aku tak berharap hidup di istana dengan seribu pelayan, aku hanya ingin hidup di sebuah gubuk kecil, bernama cinta, dengan segala kekurangan dan kelebihan di dalamnya, membangun gubuk kecil itu dengan kasih sayang dan restu dari Tuhan yg selalu menjagaKu,, Mimpi yang sederhana bukan,,
Tapi aku lupa, aku punya banyak tujuan dalam hidupku, cita-cita yang belum tercapai, senyum yang belum terbeli,, Aku hanya bermimpi tentang dia, dia dan dia, yang mungkin, malah tak peduli dengan rasa Pilu dan sakitnya jiwaku menunggunya,, Tapi dia tak salah,, Dia berhak melakukan apapun, karena dia adalah seorang bidadari, calon ratu, walau itu hanya dalam mimpiku,, Jadi aku lah yang salah, tertidur begitu lama, pulas dan bermimpi begitu tinggi,, :D
Huuffftt.., ingin ku belajar ilmu ikhlas dan sabar,, Sabar dan ikhlas menerima sakit,, Sabar dan ikhlash menunggu,, Sabar dan ikhlas dalam segalanya,, Tapi aku hanya manusia biasa, pria biasa, dengan mimpi biasa, dengan cinta yang biasa, dengan kemampuan yang biasa, yang punya harapan besar, yang kadang punya emosi meledak, yang kadang menangis karena terluka,, yang mengeluh karena apa yang diharapkan tak tercapai, yang bisa merasakan sakit, kecewa, dan cemburu,, Aku, hanya orang yang sedang belajar menyelami apa sebenarnya makna hidup ini, mencari hikmah dibalik luka,, Aku, bukan seorang pangeran :D
Dalam dunia mimpi, kadang kita terlupa pada diri kita yang sebenarnya, siapa kita, apa visi dan misi kita,, Karena dalam mimpi, kita hanya mau jadi seorang pangeran atau raja yang hidup bahagia dengan seorang bidadari :D
Dalam mimpi, kita kesampingkan logika, kita unggulkan angan,, Semua terasa mungkin tercapai, walau kadang saat kita terbangun sejenak, kita sadar dan tahu, itu tidak akan terwujud, tapi kita terus melanjutkan mimpi itu, karena mimpi itu indah,, Itulah manusia, hidup dengan mimpi :D
Bahayanya, terlalu lama hidup dalam mimpi justru akan mematikan semuanya,, Lupa akan semuanya,, Bahkan dengan asal usul kita,, Dalam hal ini, yang ada hanya pangeran dengan bidadariNya yang hidup bahagia, tak ada orang tua, keluarga, masyarakat, sekalipun Yang Menciptakan kita,,
Dalam mimpi, kita akan rela menunggu kedatangan sang bidadari,, Walau, sejenak, saat kita terbangun, kita tahu, bidadari itu tak akan datang, tapi terus kita lanjutkan mimpi itu, dan tetap menunggu,,
Ya, dalam hal ini mimpi lebih sering disebut dengan angan,, Sesuatu yang hanya bisa kita fikirkan tanpa bisa kita usahakan,, Sesuatu yang justru merusak kehidupan alam nyata kita, yang membuat kita kalah dalam hidup dan jutru memporak-porandakan hati,,
Aku, saat menulis ini, dalam keadaan terjaga, baru saja dibangunkan, justru oleh suara orang yang paling berarti bagiku di dunia ini,, Aku, diingatkan, siapa aku, dari mana asalku, dan bagaimana hidupku, secara tiba-tiba,, Tanpa diungkapkannya,, Beruntung aku terbangun saat ini dan langsung menuliskan ini,, Aku seperti tersadar dari mati suri yang lama bahkan,, Tersadar dari penantian yang tak pasti, harapan yang keliru,, Tapi, sebenarnya mimpiku tak salah, mimpiku sederhana, dan wajar, yaitu hidup bahagia dengan bidadariku,, Aku tak berharap hidup di istana dengan seribu pelayan, aku hanya ingin hidup di sebuah gubuk kecil, bernama cinta, dengan segala kekurangan dan kelebihan di dalamnya, membangun gubuk kecil itu dengan kasih sayang dan restu dari Tuhan yg selalu menjagaKu,, Mimpi yang sederhana bukan,,
Tapi aku lupa, aku punya banyak tujuan dalam hidupku, cita-cita yang belum tercapai, senyum yang belum terbeli,, Aku hanya bermimpi tentang dia, dia dan dia, yang mungkin, malah tak peduli dengan rasa Pilu dan sakitnya jiwaku menunggunya,, Tapi dia tak salah,, Dia berhak melakukan apapun, karena dia adalah seorang bidadari, calon ratu, walau itu hanya dalam mimpiku,, Jadi aku lah yang salah, tertidur begitu lama, pulas dan bermimpi begitu tinggi,, :D
Huuffftt.., ingin ku belajar ilmu ikhlas dan sabar,, Sabar dan ikhlas menerima sakit,, Sabar dan ikhlash menunggu,, Sabar dan ikhlas dalam segalanya,, Tapi aku hanya manusia biasa, pria biasa, dengan mimpi biasa, dengan cinta yang biasa, dengan kemampuan yang biasa, yang punya harapan besar, yang kadang punya emosi meledak, yang kadang menangis karena terluka,, yang mengeluh karena apa yang diharapkan tak tercapai, yang bisa merasakan sakit, kecewa, dan cemburu,, Aku, hanya orang yang sedang belajar menyelami apa sebenarnya makna hidup ini, mencari hikmah dibalik luka,, Aku, bukan seorang pangeran :D
Aku, hanya lelaki biasa, yang ingin terus melanjutkan
mimpi,, Terus menunggu sampai bidadariku datang,, Terus hidup dalam lamunanku,,
menikmati indahnya hidup di alam mimpi,,
Aku hanya lelaki biasa, yang ingin melarikan diri dari segala kepenatan, ingin hidup dalam kesenangan,,
Tapi, sekarang, aku terbangun, tersadar, tersentak, terhentak dari semuanya,, Karena aku bukan orang biasa,, Aku seorang anak, seorang abang, seorang hamba, yang punya seribu tugas, seribu tanggung jawab,,
Ini aku!! Aku,, yang bukan pria biasa, yang bukan orang biasa!! Jadi, aku, memang, sudah saatnya bangun dari mimpiku, melanjutkan hidupku, bukan sebagai pria biasa, tapi lebih dari itu,, Aku, biarlah, akan diam, mengalah, menahan luka, rindu, atau apa saja,, Karena aku menang diciptakan dengan kekuatan itu,, Aku, dipercaya oleh Tuhan bisa untuk menaklukkan semuanya,, Hanya, kemarin aku terlalu lama tertidur,, dan sekarang saatnya aku B A N G U N!!! :D
Semoga setelah aku menulis semua ini, aku tak lagi terlelap, tak lagi bermimpi,, Aku akan terus berjuang,, Jadi, suatu saat nanti, kalau semuanya harus berakhir, mataku harus terpejam untuk selamanya,, Aku, setidaknya walau tak bisa membeli semua senyum yang seharusnya ku beli,, walau tak sempurna dalam menjalankan amanah,, aku akan lega, karena hidupku sudah ku kerahkan untuk itu,, Setidaknya aku sudah berjuang,, walau perjuanganku tak selesai, walau mungkin tak ada hasil, tapi aku sudah mencoba, ^_^,,
“Ketika kau dilahirkan, kau menangis sedangkan, orang di sekelilingmu tertawa, maka buatlah, ketika kau meninggal kau tersenyum dan orang sekelilingmu menangis“
Sekarang inilah mimpiku, sebagai seorang pria tak biasa,, sebagai manusia yang tak biasa,,
[Tulisan yang ditulis dengan tinta air mata, karena terbangun dari mimpi, menghadapi kenyataan yang ada,, entah, aku akan kembali dalam mimpiku lagi atau tidak,, tapi saat menulis ini, aku, dalam keadaan tersadar,, tapi aku akan selalu mencintaiMu bidadariKu :)
Aku hanya lelaki biasa, yang ingin melarikan diri dari segala kepenatan, ingin hidup dalam kesenangan,,
Tapi, sekarang, aku terbangun, tersadar, tersentak, terhentak dari semuanya,, Karena aku bukan orang biasa,, Aku seorang anak, seorang abang, seorang hamba, yang punya seribu tugas, seribu tanggung jawab,,
Ini aku!! Aku,, yang bukan pria biasa, yang bukan orang biasa!! Jadi, aku, memang, sudah saatnya bangun dari mimpiku, melanjutkan hidupku, bukan sebagai pria biasa, tapi lebih dari itu,, Aku, biarlah, akan diam, mengalah, menahan luka, rindu, atau apa saja,, Karena aku menang diciptakan dengan kekuatan itu,, Aku, dipercaya oleh Tuhan bisa untuk menaklukkan semuanya,, Hanya, kemarin aku terlalu lama tertidur,, dan sekarang saatnya aku B A N G U N!!! :D
Semoga setelah aku menulis semua ini, aku tak lagi terlelap, tak lagi bermimpi,, Aku akan terus berjuang,, Jadi, suatu saat nanti, kalau semuanya harus berakhir, mataku harus terpejam untuk selamanya,, Aku, setidaknya walau tak bisa membeli semua senyum yang seharusnya ku beli,, walau tak sempurna dalam menjalankan amanah,, aku akan lega, karena hidupku sudah ku kerahkan untuk itu,, Setidaknya aku sudah berjuang,, walau perjuanganku tak selesai, walau mungkin tak ada hasil, tapi aku sudah mencoba, ^_^,,
“Ketika kau dilahirkan, kau menangis sedangkan, orang di sekelilingmu tertawa, maka buatlah, ketika kau meninggal kau tersenyum dan orang sekelilingmu menangis“
Sekarang inilah mimpiku, sebagai seorang pria tak biasa,, sebagai manusia yang tak biasa,,
[Tulisan yang ditulis dengan tinta air mata, karena terbangun dari mimpi, menghadapi kenyataan yang ada,, entah, aku akan kembali dalam mimpiku lagi atau tidak,, tapi saat menulis ini, aku, dalam keadaan tersadar,, tapi aku akan selalu mencintaiMu bidadariKu :)
Langganan:
Postingan (Atom)



