Terkadang rasanya perlu juga kita dibangkitkan dari
mimpi tidur panjang kita,, Dalam mimpi, semuanya akan terasa indah,, atau
bahkan terasa sangat buruk,, Sering kali kita memimpikan diri kita menjadi
seorang pangeran yang punya segalanya,, Walaupun pangeran itu sebenarnya buruk
rupa :D toh, pangeran tetaplah seorang pangeran,, atau kita memimpikan diri
kita sebagai sosok sempurna,, yach, paling tidak mendekati sempurna, walau
dalam nyata kita punya seribu kekurangan,,
Mungkin ada kalanya kita bermimpi menjadi seorang
pangeran yang kesepian, kemudian bertemu dengan seorang bidadari yang
menggenggam erat tangan kita, dan berjalan diantara taman bunga,, Yach, itulah
dunia mimpi,, Apapun bisa terjadi,, Kita bisa menangis ataupun tertawa dalam
mimpi layaknya alam nyata,, Tapi toh itu tetap sebuah mimpi,,
Dalam dunia mimpi, kadang kita terlupa pada diri kita yang sebenarnya, siapa kita, apa visi dan misi kita,, Karena dalam mimpi, kita hanya mau jadi seorang pangeran atau raja yang hidup bahagia dengan seorang bidadari :D
Dalam mimpi, kita kesampingkan logika, kita unggulkan angan,, Semua terasa mungkin tercapai, walau kadang saat kita terbangun sejenak, kita sadar dan tahu, itu tidak akan terwujud, tapi kita terus melanjutkan mimpi itu, karena mimpi itu indah,, Itulah manusia, hidup dengan mimpi :D
Bahayanya, terlalu lama hidup dalam mimpi justru akan mematikan semuanya,, Lupa akan semuanya,, Bahkan dengan asal usul kita,, Dalam hal ini, yang ada hanya pangeran dengan bidadariNya yang hidup bahagia, tak ada orang tua, keluarga, masyarakat, sekalipun Yang Menciptakan kita,,
Dalam mimpi, kita akan rela menunggu kedatangan sang bidadari,, Walau, sejenak, saat kita terbangun, kita tahu, bidadari itu tak akan datang, tapi terus kita lanjutkan mimpi itu, dan tetap menunggu,,
Ya, dalam hal ini mimpi lebih sering disebut dengan angan,, Sesuatu yang hanya bisa kita fikirkan tanpa bisa kita usahakan,, Sesuatu yang justru merusak kehidupan alam nyata kita, yang membuat kita kalah dalam hidup dan jutru memporak-porandakan hati,,
Aku, saat menulis ini, dalam keadaan terjaga, baru saja dibangunkan, justru oleh suara orang yang paling berarti bagiku di dunia ini,, Aku, diingatkan, siapa aku, dari mana asalku, dan bagaimana hidupku, secara tiba-tiba,, Tanpa diungkapkannya,, Beruntung aku terbangun saat ini dan langsung menuliskan ini,, Aku seperti tersadar dari mati suri yang lama bahkan,, Tersadar dari penantian yang tak pasti, harapan yang keliru,, Tapi, sebenarnya mimpiku tak salah, mimpiku sederhana, dan wajar, yaitu hidup bahagia dengan bidadariku,, Aku tak berharap hidup di istana dengan seribu pelayan, aku hanya ingin hidup di sebuah gubuk kecil, bernama cinta, dengan segala kekurangan dan kelebihan di dalamnya, membangun gubuk kecil itu dengan kasih sayang dan restu dari Tuhan yg selalu menjagaKu,, Mimpi yang sederhana bukan,,
Tapi aku lupa, aku punya banyak tujuan dalam hidupku, cita-cita yang belum tercapai, senyum yang belum terbeli,, Aku hanya bermimpi tentang dia, dia dan dia, yang mungkin, malah tak peduli dengan rasa Pilu dan sakitnya jiwaku menunggunya,, Tapi dia tak salah,, Dia berhak melakukan apapun, karena dia adalah seorang bidadari, calon ratu, walau itu hanya dalam mimpiku,, Jadi aku lah yang salah, tertidur begitu lama, pulas dan bermimpi begitu tinggi,, :D
Huuffftt.., ingin ku belajar ilmu ikhlas dan sabar,, Sabar dan ikhlas menerima sakit,, Sabar dan ikhlash menunggu,, Sabar dan ikhlas dalam segalanya,, Tapi aku hanya manusia biasa, pria biasa, dengan mimpi biasa, dengan cinta yang biasa, dengan kemampuan yang biasa, yang punya harapan besar, yang kadang punya emosi meledak, yang kadang menangis karena terluka,, yang mengeluh karena apa yang diharapkan tak tercapai, yang bisa merasakan sakit, kecewa, dan cemburu,, Aku, hanya orang yang sedang belajar menyelami apa sebenarnya makna hidup ini, mencari hikmah dibalik luka,, Aku, bukan seorang pangeran :D
Dalam dunia mimpi, kadang kita terlupa pada diri kita yang sebenarnya, siapa kita, apa visi dan misi kita,, Karena dalam mimpi, kita hanya mau jadi seorang pangeran atau raja yang hidup bahagia dengan seorang bidadari :D
Dalam mimpi, kita kesampingkan logika, kita unggulkan angan,, Semua terasa mungkin tercapai, walau kadang saat kita terbangun sejenak, kita sadar dan tahu, itu tidak akan terwujud, tapi kita terus melanjutkan mimpi itu, karena mimpi itu indah,, Itulah manusia, hidup dengan mimpi :D
Bahayanya, terlalu lama hidup dalam mimpi justru akan mematikan semuanya,, Lupa akan semuanya,, Bahkan dengan asal usul kita,, Dalam hal ini, yang ada hanya pangeran dengan bidadariNya yang hidup bahagia, tak ada orang tua, keluarga, masyarakat, sekalipun Yang Menciptakan kita,,
Dalam mimpi, kita akan rela menunggu kedatangan sang bidadari,, Walau, sejenak, saat kita terbangun, kita tahu, bidadari itu tak akan datang, tapi terus kita lanjutkan mimpi itu, dan tetap menunggu,,
Ya, dalam hal ini mimpi lebih sering disebut dengan angan,, Sesuatu yang hanya bisa kita fikirkan tanpa bisa kita usahakan,, Sesuatu yang justru merusak kehidupan alam nyata kita, yang membuat kita kalah dalam hidup dan jutru memporak-porandakan hati,,
Aku, saat menulis ini, dalam keadaan terjaga, baru saja dibangunkan, justru oleh suara orang yang paling berarti bagiku di dunia ini,, Aku, diingatkan, siapa aku, dari mana asalku, dan bagaimana hidupku, secara tiba-tiba,, Tanpa diungkapkannya,, Beruntung aku terbangun saat ini dan langsung menuliskan ini,, Aku seperti tersadar dari mati suri yang lama bahkan,, Tersadar dari penantian yang tak pasti, harapan yang keliru,, Tapi, sebenarnya mimpiku tak salah, mimpiku sederhana, dan wajar, yaitu hidup bahagia dengan bidadariku,, Aku tak berharap hidup di istana dengan seribu pelayan, aku hanya ingin hidup di sebuah gubuk kecil, bernama cinta, dengan segala kekurangan dan kelebihan di dalamnya, membangun gubuk kecil itu dengan kasih sayang dan restu dari Tuhan yg selalu menjagaKu,, Mimpi yang sederhana bukan,,
Tapi aku lupa, aku punya banyak tujuan dalam hidupku, cita-cita yang belum tercapai, senyum yang belum terbeli,, Aku hanya bermimpi tentang dia, dia dan dia, yang mungkin, malah tak peduli dengan rasa Pilu dan sakitnya jiwaku menunggunya,, Tapi dia tak salah,, Dia berhak melakukan apapun, karena dia adalah seorang bidadari, calon ratu, walau itu hanya dalam mimpiku,, Jadi aku lah yang salah, tertidur begitu lama, pulas dan bermimpi begitu tinggi,, :D
Huuffftt.., ingin ku belajar ilmu ikhlas dan sabar,, Sabar dan ikhlas menerima sakit,, Sabar dan ikhlash menunggu,, Sabar dan ikhlas dalam segalanya,, Tapi aku hanya manusia biasa, pria biasa, dengan mimpi biasa, dengan cinta yang biasa, dengan kemampuan yang biasa, yang punya harapan besar, yang kadang punya emosi meledak, yang kadang menangis karena terluka,, yang mengeluh karena apa yang diharapkan tak tercapai, yang bisa merasakan sakit, kecewa, dan cemburu,, Aku, hanya orang yang sedang belajar menyelami apa sebenarnya makna hidup ini, mencari hikmah dibalik luka,, Aku, bukan seorang pangeran :D
Aku, hanya lelaki biasa, yang ingin terus melanjutkan
mimpi,, Terus menunggu sampai bidadariku datang,, Terus hidup dalam lamunanku,,
menikmati indahnya hidup di alam mimpi,,
Aku hanya lelaki biasa, yang ingin melarikan diri dari segala kepenatan, ingin hidup dalam kesenangan,,
Tapi, sekarang, aku terbangun, tersadar, tersentak, terhentak dari semuanya,, Karena aku bukan orang biasa,, Aku seorang anak, seorang abang, seorang hamba, yang punya seribu tugas, seribu tanggung jawab,,
Ini aku!! Aku,, yang bukan pria biasa, yang bukan orang biasa!! Jadi, aku, memang, sudah saatnya bangun dari mimpiku, melanjutkan hidupku, bukan sebagai pria biasa, tapi lebih dari itu,, Aku, biarlah, akan diam, mengalah, menahan luka, rindu, atau apa saja,, Karena aku menang diciptakan dengan kekuatan itu,, Aku, dipercaya oleh Tuhan bisa untuk menaklukkan semuanya,, Hanya, kemarin aku terlalu lama tertidur,, dan sekarang saatnya aku B A N G U N!!! :D
Semoga setelah aku menulis semua ini, aku tak lagi terlelap, tak lagi bermimpi,, Aku akan terus berjuang,, Jadi, suatu saat nanti, kalau semuanya harus berakhir, mataku harus terpejam untuk selamanya,, Aku, setidaknya walau tak bisa membeli semua senyum yang seharusnya ku beli,, walau tak sempurna dalam menjalankan amanah,, aku akan lega, karena hidupku sudah ku kerahkan untuk itu,, Setidaknya aku sudah berjuang,, walau perjuanganku tak selesai, walau mungkin tak ada hasil, tapi aku sudah mencoba, ^_^,,
“Ketika kau dilahirkan, kau menangis sedangkan, orang di sekelilingmu tertawa, maka buatlah, ketika kau meninggal kau tersenyum dan orang sekelilingmu menangis“
Sekarang inilah mimpiku, sebagai seorang pria tak biasa,, sebagai manusia yang tak biasa,,
[Tulisan yang ditulis dengan tinta air mata, karena terbangun dari mimpi, menghadapi kenyataan yang ada,, entah, aku akan kembali dalam mimpiku lagi atau tidak,, tapi saat menulis ini, aku, dalam keadaan tersadar,, tapi aku akan selalu mencintaiMu bidadariKu :)
Aku hanya lelaki biasa, yang ingin melarikan diri dari segala kepenatan, ingin hidup dalam kesenangan,,
Tapi, sekarang, aku terbangun, tersadar, tersentak, terhentak dari semuanya,, Karena aku bukan orang biasa,, Aku seorang anak, seorang abang, seorang hamba, yang punya seribu tugas, seribu tanggung jawab,,
Ini aku!! Aku,, yang bukan pria biasa, yang bukan orang biasa!! Jadi, aku, memang, sudah saatnya bangun dari mimpiku, melanjutkan hidupku, bukan sebagai pria biasa, tapi lebih dari itu,, Aku, biarlah, akan diam, mengalah, menahan luka, rindu, atau apa saja,, Karena aku menang diciptakan dengan kekuatan itu,, Aku, dipercaya oleh Tuhan bisa untuk menaklukkan semuanya,, Hanya, kemarin aku terlalu lama tertidur,, dan sekarang saatnya aku B A N G U N!!! :D
Semoga setelah aku menulis semua ini, aku tak lagi terlelap, tak lagi bermimpi,, Aku akan terus berjuang,, Jadi, suatu saat nanti, kalau semuanya harus berakhir, mataku harus terpejam untuk selamanya,, Aku, setidaknya walau tak bisa membeli semua senyum yang seharusnya ku beli,, walau tak sempurna dalam menjalankan amanah,, aku akan lega, karena hidupku sudah ku kerahkan untuk itu,, Setidaknya aku sudah berjuang,, walau perjuanganku tak selesai, walau mungkin tak ada hasil, tapi aku sudah mencoba, ^_^,,
“Ketika kau dilahirkan, kau menangis sedangkan, orang di sekelilingmu tertawa, maka buatlah, ketika kau meninggal kau tersenyum dan orang sekelilingmu menangis“
Sekarang inilah mimpiku, sebagai seorang pria tak biasa,, sebagai manusia yang tak biasa,,
[Tulisan yang ditulis dengan tinta air mata, karena terbangun dari mimpi, menghadapi kenyataan yang ada,, entah, aku akan kembali dalam mimpiku lagi atau tidak,, tapi saat menulis ini, aku, dalam keadaan tersadar,, tapi aku akan selalu mencintaiMu bidadariKu :)


0 komentar:
Posting Komentar